Friday, May 16, 2014 @ 6:22 AM
Character: Mawar & Adam .
Situation: Bukit
"Hey"
Mawar memandang kepada gerangan suara. Adam sedang berjalan menuju ke arahnya.
"Hai ." dia senyum.
"How are you Mawar?"
Adam mengambil tempat duduk disebelahnya sambil bersila di atas tanah merah itu.
"I'm great. How are you Adam?"
"Alhamdullilah. Never been better. I feel so fresh right now"
"Thats a good news"
"Yes it is"
Dan kemudian sepi. Tiada siapa berbicara. Dua dua cuba untuk mencari topik untuk dibicarakan. Hanya angin lembut dan burung berkicauan menjadi peneman sepi itu.
"Kau tahu...." Mawar memulakan bicara.
"Kita tak boleh trust people easily tau"
Adam menoleh. Mawar memandang hadapan. Dia tahu Adam sedang berkerut muka akan kenapa tiba tiba topik ini mula muncul.
"Because they are not what we think.Yes, even our bestfriend can backstabbed us. Kita hulur janji kita sepenuh kepada dia, dia buat ikrar tak akan beritahu sesiapa but then in the next day, everybody know. Everybody will laugh at your face. Whispering. Yet, they dont know the real story. They keep spreading the rumours and people can change the story to make me look bad"
Mawar melepaskan nafas. Tetiba dadanya terasa berat, dia terasa hendak menangis. Entah kenapa hatinya akan mula rasa berat bila bercakap soal percaya ini.
"So kau tak percaya pada sesiapa lah sekarang ni? Even Cempaka?"
"Tak adalah. Its not that i dont trust them or her ..... its just that i'm aware of the situation of you could never trust people easily. Sebab kita mana tahu apa yang akan datang kan? We're living a happy life and the next thing, bang ! You die within a heart. Semuanya musnah. That happy life once you build, shattered in pieces. Things can happen. This is all in Allah's hand. I'm taking precaution. "
Janji.
Perlu digenggam seerat mungkin.
Jangan dilepaskan.
-Bunga Merah
now playing: Boyce Avenue - More Things To Say
Picture cr: weheartit.com